PUNCAK JAYA - Di tengah kerasnya medan pedalaman Puncak Jaya, Papua Tengah, prajurit Satgas Yonif 613/Raja Alam kembali membuktikan dedikasi tak tergoyahkan. Selasa (12/5/2026), sebuah panggilan darurat mengubah rutinitas pos mereka menjadi aksi penyelamatan heroik seorang warga Kampung Kalome yang terluka parah akibat sabetan senjata tajam.
Kepanikan mereda seketika saat warga kampung mendatangi pos Satgas, memohon pertolongan medis segera. Tanpa ragu, para prajurit dengan sigap merespons, bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Mereka bukan hanya tentara penjaga, tapi juga malaikat penolong di saat-saat tergelap.
Medan yang terjal dan licin bukan halangan berarti. Dengan langkah hati-hati namun penuh tekad, para prajurit bahu-membahu menggendong korban. Setiap geseran kaki, setiap keringat yang menetes, adalah bukti nyata perjuangan mereka untuk memastikan nyawa terselamatkan dan penanganan medis segera diterima.
Komandan Titik Kuat Satgas Yonif 613/Raja Alam, Lettu Inf Hardi Julyansyah, S.Tr.Han., menegaskan esensi dari tindakan cepat ini. “Sebagai aparat yang bertugas di tengah masyarakat, kami akan selalu hadir membantu setiap kesulitan warga. Kami berharap korban segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa, ” ucapnya dengan suara penuh keyakinan.
Kehadiran Satgas di pedalaman Papua bukan sekadar menjaga stabilitas keamanan, namun lebih dari itu, mereka adalah garda terdepan dalam memberikan bantuan di berbagai situasi darurat. Ini adalah wujud nyata dari janji pengabdian yang tak pernah padam.
Aksi kemanusiaan ini disambut haru oleh masyarakat Kampung Kalome. Rasa terima kasih mengalir deras, membuktikan betapa kehadiran TNI membawa bukan hanya rasa aman, tetapi juga kehangatan kekeluargaan yang mempererat hubungan di tanah Papua.
Bagi mereka, para prajurit Satgas Yonif 613/Raja Alam adalah simbol harapan dan bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukanlah sekadar slogan, melainkan denyut kehidupan yang dirasakan langsung di setiap sudut wilayah penugasan.
(PERS)
