PUNCAK JAYA - Persaudaraan tidak selalu lahir dari kegiatan besar. Di Kampung Kalome, Distrik Kalome, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, kedekatan antara prajurit TNI dan masyarakat justru tumbuh melalui ibadah, berbagi, dan makan bersama.
Suasana tersebut terlihat saat Satgas Yonif 721/Makkasau menggelar kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) Bhakti Sosial bersama pemuda dan masyarakat Kampung Kalome, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan dipimpin Lettu Inf Khoirul Army bersama 16 personel TK Kalome. Dari pos, rombongan bergerak menuju Gereja Kalome untuk bergabung dengan pemuda dan masyarakat dalam ibadah bersama.
Ibadah berlangsung khidmat dalam suasana kekeluargaan. Prajurit Satgas berbaur dengan masyarakat tanpa sekat.
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan silaturahmi. Interaksi langsung juga membuat hubungan antara personel Satgas dan warga semakin dekat.
Bagi prajurit yang bertugas di wilayah tersebut, kedekatan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun suasana yang harmonis selama penugasan.
Setelah ibadah selesai, personel Satgas Yonif 721/Makkasau memberikan bingkisan kepada masyarakat Kalome.
Pemberian bingkisan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus perhatian kepada warga. Namun, momen yang paling menghangatkan suasana terjadi ketika prajurit, pemuda, dan masyarakat kemudian duduk bersama untuk menikmati hidangan.
Canda dan percakapan mengalir dalam suasana santai. Prajurit dan warga berbagi cerita sambil menikmati makanan bersama.
Kesederhanaan itu menjadi gambaran bahwa hubungan antara TNI dan masyarakat dapat tumbuh dari interaksi yang dekat dan penuh rasa kekeluargaan.
Lettu Inf Khoirul Army mengatakan, kegiatan bersama tersebut menjadi salah satu cara Satgas Yonif 721/Makkasau membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Kami ingin kehadiran Satgas dapat dirasakan sebagai bagian dari masyarakat. Bukan hanya hadir dalam pelaksanaan tugas, tetapi juga dapat berbagi kebahagiaan, menjalin silaturahmi, dan membangun persaudaraan bersama warga, ” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas di wilayah penugasan.
Kegiatan ditutup dengan saling bersalaman dan berpamitan. Personel Satgas kemudian kembali menuju pos, sementara masyarakat melanjutkan aktivitas mereka.
Kegiatan Binter Bhakti Sosial di Kalome menjadi momentum untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ibadah bersama, berbagi bingkisan, dan makan bersama menjadi ruang sederhana untuk membangun kepercayaan.
Di tengah kehidupan masyarakat Papua, kebersamaan semacam ini memiliki makna penting. Sebuah pertemuan, sepiring makanan, dan komunikasi yang hangat dapat menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan.
(Agung)

Achmad Sarjono